Approach Deen Avoid Sins

metal 1 jariKetika jurang agama dan musik keras dipertanyakan, komunitas metal satu jari memperlihatkan sikapnya melalui taburan kalimat Tuhan di konser Titik Nol. Mau metal satu jari, dua jari, tiga jari, semua sama.

Acara dimulai sekitar pukul 12.30wib dan tidak banyak yang ingin mendatanginya serta ingin mengetahui dan seperti apa acara ini, dan alhasil tidak ada bedanya seperti acara-acara musik lainnya.

Beberapa band yang tampil pada acara itu seperti Melody Maker, dan dilanjutkan dengan The Roots of Madinah (TROM) yang dipelopori oleh rapper Islam garis keras, Thufail Al Ghifari sebagai vokalis. Seruan untuk berjihad bagi umat muslim pun bergema di tiap lagu band ini, termasuk nomor keras “Dari Jakarta Hingga Jalur Gaza”.

Selanjutnya naik Kodusa, Inner Beauty dan Qishosh yang tampil tanpa atribut dan orasi Islamik berlebihan. Gerombolan bertopeng Purgatory mulai menaiki panggung, penonton pun segera merapat dan ber-Headbanger bersama. Sebagai band yang mengandalkan gimmick masker dan make-up badut seram, Purgatory tampil ’sopan’ dengan terus menerus menyebut kalimat Allah SWT di tiap pergantian lagu. “Banyak yang nganggep miring gara-gara penampilan kita, gue nggak make narkoba dan nggak zinah” cetus vokalis Sandman sebelum membawakan M.O.G.S.A.W yang bercerita tentang Muhammad SAW.

metal tungkilngKabarnya acara ini ditanggungkan secara cuma-cuma oleh kawan-kawan band yang tampil. Hari menuju maghrib, Tengkorak sebagai salah satu penggagas acara tampil sebagai penutup. Seperti biasa, Ombat Nasution tidak lupa menyerukan sikap anti zionis-nya. Tengkorak menutup setlist dengan Konflik yang telah ditunggu sejak lagu pertama dimainkan.

Band lain yang ikut ambil bagian dari acara ini antara lain Aftermath, Punk Muslim, Salamen Hamzah, End of Journey, Barathagut, Multiple Personal Disorder dan Killua.

Mungkin banyak yang bertanya apa itu metal satu jari atau gerakan satu jari ? Dari segala macam bentuk orasi yang terlontar dari para band pengisi konser Titik Nol ini dan beberapa penjelasan yang didapat dari dunia maya, metal satu jari disimpulkan sebagai sebuah gerakan Syiar Islam melalui musik metal serta sikap menolak perilaku Atheist, Satanis, Saganis serta Westernisasi budaya seperti Seks bebas, Konsumsi Narkotika dan Minum Alkohol yang memang identik dengan keseharian para pelaku musik keras.

Sejak acara ini mulai dipublikasikan beberapa bulan lalu, dunia extreme metal nasional seakan geger oleh banjir pernyataan dari berbagai pihak yang merasa tersinggung di dalamnya. Bagai sumbu yang tersulut, publikasi yang dilakukan melalui situs jejaring sosial (Facebook) tersebut langsung dipenuhi oleh komentar orang-orang yang merasa paling benar, pintar dan tahu segalanya sampai ajakan perang terbuka antara metal satanis dengan metal islami.

Isu mengenai pemboikotan dan perusuhan ketika konser ini berlangsung pun segera berkembang dimana-mana, tapi tidak ada satu insiden pun terjadi. Terlepas dari apa pun alasan ratusan Metalheads untuk datang ke konser Titik Nol ini, baik untuk syiar maupun musiknya, baik yang kontra maupun pro, semuanya datang karena satu hal : Kecintaan terhadap metal. Jadi, persetan dengan perbedaan selama kita masih punya rasa saling menghargai dan menghormati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s